"Bik, tolong bantu angkat dulu. Baru setelah itu kita ganti seragamnya." seru Guru Ratna pada bibik yang ternyata sedikit shock, terpaku melihat pemandangan di depannya.
Rara, gadis 11 tahun dengan tinggi 158 cm, berkulit bersih itu tergeletak di bawah kran air dalam kamar mandi. Tubuhnya kuyup mulai dari rambut sampai kaki. Bibir membiru dan terdapat ceceran darah di buku kepalan jari tangan.
"Ini diganti semua, Bu?" bibik juru masak mulai sigap membuka seragam dan menggantinya dengan yang baru. Sisa-sisa air dilapnya dengan handuk terlebih dahulu.
"Iya. Pakaikan juga ini," menyodorkan botol minyak kayu putih yang baru saja digunakan untuk mengembalikan kesadaran Rara, namun tidak berhasil.
Setengah jam Guru Ratna dan bibik mengganti baju tapi Rara tak juga pulih kesadarannya. S
Guru Ratna meraba nadi dan melepas napas panjang saat masih menemukan aliran di sana. Sedikit lega.
"Bik, tolong panggilkan Bu Niswa dan guru perempuan yang lain untuk membopong Rara ke UKS. Lalu cari Pak Burhan suruh menyiapkan mobil, jika tidak segera sadar harus segera dibawa ke IGD." Guru Ratna merinci tugas Bik juru masak. Sementara tangannya tak henti menghubungi orang tua Rara. Bisa dihubungi hanya saja tidak terjawab.
"Ma angkat teleponnya. Ayolah, anakmu butuh kehadiranmu saat ini," lirih Guru Ratna menyeracau.
Tut ... tut ... tut ....
Lagi-lagi panggilannya tak berbalas.
"Ma, mohon segera ke sekolah. Rara pingsan di kamar mandi. Sampai saat ini belum sadar. Segera. Wali kelas. Bu Ratna."
Isi pesan Guru Ratna ke mama Rara. Berharap direspon.
Ting. Sebuah pesan masuk diterima Guru Ratna, terpampang nama Mama Rara.
"Kami sedang di Itali, tolong segera kirim ke RS. Jika bisa ke tempat Papa Rara dinas." Singkat, padat, dan jelas namun justru membuat Guru Ratna terisak.
"Ma, adik Ma. Tolong adik!" tetiba Rara mengigau. Tangannya menggapai-gapai.
"Ma, tolong Ma!" lagi.
Guru Ratna menoleh lalu mendekap muridnya itu.
(TBC)
Note :
Demi keasrian naskah maka kata 'simbok' diedit menjadi 'Guru Ratna', semoga masih bisa dinikmati. Saran masukan sangat dinanti.