Saat tole sudah bisa merem, gendhuk juga demikian itu artinya waktunya "me time" bagi Simbok. Seakan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang hanya hitungan jam, Simbok mulai meluruskan tulang punggung dan menjelajah dumay.

"Ah, lega rasanya bisa selonjoran gini."

Simbok mulai membuka perpesanan begambar telepon dengan background warna hijau di gawainya. Matanya bersirobok dengan sesenomor yang diberinya identitas dengan embel-embel 'olshoper'.

"Oh ya, ada janji kirim barang hari ini," Simbok menepok jidat. Baru ingat kalau hari ini ada janjian COD dengan olshoper makanan kesukaan gendhuk.

"Mbak ini mau antar barang jam 4," pesan suara darinya. Tertanda tiga setengah jam yang lalu.

"Waduh, sudah dari tadi pesannya. Jadi kirim apa tidak ya?" Simbok berdiri dari rebahan dan mencari bingkisan di dapur, siapa tahu sudah ada yang menerima tanpa sepengetahuannya. Nihil, tak ada barang pesanan diterima. Beralih ke teras rumah. Pun sama.

"Iya, Mbak. Sudah dikirim?" Simbok mengirim pesan ke si Mbak olshoper.

Dert, dert, dert.
Pertanda ada pesan masuk di gawai, segera dibaca.

"Emang aku chat jam berapa kamu balas jam berapa"

Deg. Dada simbok langsung nyeri memvaca pesan dari si Mbak olshoper yang barusan masuk.
"Haduh, kasar sekali bahasanya."


Segera dibalas pesan tersebut,
"Maaf Mbak, baru bisa pegang HP. Kalau tadi jadi Mbak kirim, apa mungkin waktu saya tidak ada di rumah ya?"


Berharap si Mbak akan sedikit melunak, mungkin salah Simbok juga yang tidak segera membalas pesan darinya tadi.

"Mau balas cepat bagaimana, orang baru pegang gawai juga jam segini. Baru tahu ada pesan darinya juga barusan," Simbok mengusir rasa bersalahnya dengan realita yang ada.

Tole yang tetiba badannya demam dari sehabis makan siang membuat Simbok tidak seperti biasanya yang bisa melongok gawai kapan saja. Harus full bermain dengan tole agar mengurangi rasa sakit yang dideranya.

"Ah, si Mbak kan gak tahu kalau tole demam ya."

Dert, dert, dert. Lagi, gawai simbok berbunyi.
"Ya sudah, besok saja saya kirim"
"Iya, maaf ya, Mbak."
"Iya, tidak apa-apa," balas si Mbak.


Entah apa yang ada di benak Simbok yang juga seorang olshoper ingin memberi sedikit masukan tentang pelayanan si Mbak. Maka menulis pesan lah simbok,
"Sedikit masukan ya, Mbak. Kalau bisa chat seperti ini jangan dikirim ke konsumen, kalau salah persepsi kesannya kurang baik," kemudian simbok mengirimkannya kepada si Mbak.


Tak lama, pesan pun berbalas dan berkhir si Mbak olshoper men-cancel pesanan karena merasa simbok tidak menghargainya.

"Ya salam, Mbak. Baru segini sudah main cancel saja. Tidak ingat apa kemarin saat barangmu belum datang? Sabar, Mbok. Sabar," tangan simbok mengelus dada.

"Terus bagaimama reaksimu kalau ada yang PHP?" simbok nyemil mie rebus kuah semangkuk yang masih mengepul uapnya.

"Ah, gegara si Mbak olshoper, aku gagal diet malam ini." Jam menunjuk pukul 20.36.

Nganjuk,
Pk.00.17
27 September 2019