Hai Sahabat Mei,

Pernah mengalami masa di mana anak sering kehilangan barang-barang miliknya? Nah, jika iya maka langkah tepat mampir di ruang keluarga kali ini.

Pernah suatu waktu, saya mendapati seorang murid semua peralatan tulisnya diikat dengan benang nilon dan dikaitkan ke kotak pensilnya. Mulai dari pensil, penghapus, penggaris, pen, dan rautan. Kira-kira apa yang terbayang di benak sahabat Mei jika menemukan hal seperti ini?

Yup, tepat sekali. Agar barang-barang ini tidak mudah hilang.

Mungkin sahabat Mei mempunyai pemikiran yang sama dengan saya, "Kok sampai ada ide sampai seperti ini ya?" Nah, daripada penasaran akhirnya saya mendekati si anak ini lalu menanyakan alasannya.

"Kata Mama agar barang-barang Bimo tidak hilang-hilang lagi. Mama capek harus membelikan setiap hari," jawab si anak dengan polosnya.

Apakah sahabat Mei mengalami juga apa yang dirasakan si mama Bimo?

Jika iya, jangan kepikiran melakukan hal yang sama juga ya. Lalu? Tentunya langkah pertama ketika mendapati kejadian seperti ini, cari penyebabnya. Gali informasi dari anak mengapa barang mereka cepat sekali hilang atau rusak.

Berdasar pengalaman, jawaban terbanyak adalah "Gak tahu, hilang Ma" atau "Dipinjam teman tapi tidak dikembalikan" benar?

Nah, jika penyebab hilangnya barang mereka karena dua jawaban di atas, maka cukup lakukan hal ini agar anak menghargai dan merawat barang miliknya. Apa itu?

Caranya adalah tidak mengganti barang yang hilang atau dirusak.

Maksudnya?
Biarkan anak merasakan kehilangan barangnya terlebih dahulu, mengalami sedikit kesusahan saat memerlukan barang tersebut namun ternyata dia tidak memilikinya lagi. Mengajarkan betapa pentingnya barang tersebut meski sesuatu yang sepele, penghapus misalnya. Kemudian setelah anak merasa kehilangan, tawarkan atau minta dia mengerjakan sesuatu sampai seharga barang yang hilang tadi. Di sini, sekaligus sahabat Mei akan mengajarkan anak bersikap hemat.

Jika ternyata barang ini sangat dibutuhkan ketika pembelajaran di kelas, koordinasikan dengan guru di sekolah. Sampaikan bahwa anak kita sedang dilatih untuk bertanggung jawab mengganti barang yang dihilangkan atau dirusaknya. Guru yang menghargai proses tentu bisa memahami hal ini.

Akan berharga sesuatu jika mendapatkannya melalui sebuah usaha.

Semoga tips ini bisa membantu sahabat Mei dalam melatih anak untuk menghargai dan merawat barang miliknya.