Lungo tak anti-anti kapan nggonmu bali

Mecak'e endahing wengi kutha Nganjuk iki
Sumilir angin Wates nggugah kangene ati
Apa kowe ora ngerteni kowe tak kangeni
Ning alun-alun tak goleki

Terminal stasiun tak ubengi
Senajan setaun tak enteni
Tresnamu sing tak gondheli
Lali tenan tho dek nggonmu janji-janji

Disekseni lampu alun-alun iki
Lali tenan tho dek karo aku iki
Ning terminal stasiun nggonku nggoleki
Sumilir angin Wates nggugah kangene ati

Apa kowe ora ngerteni kowe tak kangeni
Ning alun-alun tak goleki

Terminal stasiun tak ubengi
Senajan setaun tak enteni
Tresnamu sing tak gondheli
Begitulah lirik lagu yang berjudul "Alun-alun Nganjuk" yang mengalun indah sore itu saat saya berjalan-jalan menyusuri trotoar pusat kota Nganjuk ini.
Alun-alun Nganjuk memang berbeda dengan kebanyakan alun-alun yang ada di Indonesia, jika mayoritas alun-alun yang berada tepat di tengah kota dipergunakan untuk berbagai upacara memperingati hari-hari tertentu, khusus untuk Nganjuk tidak demikian. Alun-alun Nganjuk lebih ditonjolkan sebagai taman kota tempat keluarga bersantai menikmati waktu luang.
Alun-alun yang berada diantara pendopo pemerintahan dan masjid agung ini dirancang sangat nyaman untuk sekedar melepas lelah setelah beraktivitas seharian dengan berbagai fasilitas yang disediakan.
Kali ini saya menyusur mulai dari depan masjid agung Baitussalam, tepatnya alun-alun bagian barat. Di sisi pagar yang terdapat tulisan tiga dimensi "Alun-alun Nganjuk" membujur dari utara ke selatan. Di sini seringkali dipakai pengunjung untuk berfoto ria mengabadikan moment berkunjung di tengah kota dengan julukan Kota Angin ini. Jika nanti sahabat Mei berkesempatan mampir ke Nganjuk, jangan sampai lupa mengambil gambar dengan background tulisan ini ya.



Lanjut menuju sisi utara alun-alun, di sini pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai macam pilihan kuliner. Tersedia menu makanan utama seperti nasi pecel, soto, atau rawon. Ada juga jajanan dan minuman ringan. Kerupuk pecel, jagung bakar, chicken box, bakso bakar, es jeruk, aneka minuman coklat serta banyak pilihan yang lain dengan harga yang relatif murah dan terjangkau. Jadi jangan kawatir kantong jebol jika berwisata kuliner di lapak pedagang kaki lima ini. 


Kemudian saya merangsek ke sisi timur yang berhadapan langsung dengan pendopo kabupaten Nganjuk, pusat pemerintahan dijalankan. Kebetulan saat ini sedang ada perbaikan pagar dari berbahan besi menjadi bata merah yang semakin menambah asri pemandangan.


Nah, sekarang kita lihat bagian dalam alun-alun ya. Di kanan kiri gerbang masuk bagian timur terdapat lapangan voli dan basket. Biasanya kedua lapangan ini dimanfaatkan warga dan pelajar saat sore hari. Jadi bagi yang hobi berolahraga ada alternatif pilihan untuk mengeluarkan keringat di sini. Sahabat Mei bisa bergabung dengan mereka jika ingin ikut bermain, tak perlu was-was orang Nganjuk terkenal ramah kok. 



Bagaimana jika tidak suka berolahraga? Tenang, di dalam alun-alun terdapat banyak tempat yang bisa dinikmati. Ada banyak bangku kayu kekinian tersebar di tempat-tempat strategis untuk mencuci mata. Selain bangku kayu ada juga ruang lapang yang berlantai keras maupun rerumputan dapat dimanfaatkan untuk sekedar duduk lesehan atau aktivitas lainnya. 




Di bagian tengah terdapat air mancur dengan desain taman di sekelilingnya yang sangat instagramable untuk mengabadikan kunjungan di alun-alun. Berbagai jenis bunga yang ditanam menambah segar udara di tengah panasnya hawa saat ini. 


Bagi sahabat Mei yang datang ke sini bersama buah hati juga tak perlu kawatir, ada taman bermain di sisi selatan berhadapan dengan taman baca masyarakat yang berisi berbagai jenis buku. Sahabat Mei bisa meminjam buku di sini sambil mengawasi anak bermain. Wah, tentu sangat membuat rileks bukan? 




Bagaimana, menarik bukan? Yuk, berkunjung ke alun-alun Nganjuk. Dijamin betah dan ketagihan jika sudah ke sini.

Salam Nganjuk Nyawiji.