Tepat 91 tahun silam sekumpulan pemuda dari berbagai wilayah bersepakat mengikrarkan diri dalam tiga hal. Bertumpah darah Indonesia, berbangsa Indonesia, serta berbahasa yang satu bahasa Indonesia. Satu. Indonesia.

Tidak ada lagi tjong Sumatra, tjong Jawa, tjong Madura, dan berbagai tjong lainnya. Yang ada hanya 'Kami putra dan putri Indonesia' tak ada yang lain kala berbicara atas nama Indonesia.

Apakah mereka melebur semua perbedaan kemudian menggantinya dengan satu kata yang sama, Indonesia? Iya, ketika mereka dalam satu nahkoda, dalam perahu yang satu. Suara mereka sama, kemerdekaan Indonesia.

Namun perlu diingat, dalam satu perahu yang sama pun terdapat pembagian peran masing-masing, tentunya berbeda antara satu dengan lainnya. Namun saling melengkapi, saling menguatkan. Setiap pemuda mengambil perannya masing-masing demi titik akhir yang sama.

Pun demikian saat ini, setelah 74 tahun kemedekaan RI, perjuangan itu belum berakhir. Tongkat estafet masih terus bergulir kini hingga nanti. 

Nah, peran apa yang sudah kamu ambil? Tunjukkan! Tunjukkan sumbangsihmu wahai Putra dan Putri Indonesa. Bersama kita maju.