Guru sekarang banyak yang hanya sekedar mentransfer ilmu pengetahuan saja. Menyampaikan materi, memberikan tugas, menilai, sudah selesai. Benar? Meski tidak semua, tetapi mari coba kita tengok sebentar sekolah di sekeliling. Mayoritas tak beda jauh.
Menurut Sang Guru Besar Ki Hajar Dewantara, seorang guru itu mempunyai tiga tugas mulia.

Ing ngarsa sung tuladha
Ing madya mangun karsa
Tut wuri handayani

Di depan memberikan teladan,
Di tengah membangun kemauan, dan
Di belakang memberikan dukungan. 

Nah, ketiga hal ini sering terlupakan. Entah karena sudah menjadi rutinitas atau ada penyebab lain. Namun, seiring berkembangnya jaman serta semakin pekanya masyarakat, orangtua khususnya akan pentingnya pendidikan yang berkarakter maka bermunculanlah sekolah-sekolah yang memenuhi kriteria ini.

Tentu, semuanya tak lepas dari peran seorang guru. Sebagus apa pun sekolah, peran guru yang mendominasi. Salah satu sosok yang mempunyai kesadaran ini adalah Ibu Rusmiyati. Guru kelahiran Blora ini selalu berusaha meng-upgrade tingkat keilmuannya dengan mengikuti berbagai pelatihan, baik dalam bidang kependidikan maupun sarana penunjangnya. Sosok guru prestasi kedua lingkup Sudin Wilayah 2 Jakarta Selatan tahun 2019 yang telah menamatkan jenjang pascasarjana di Universitas Indraprasta Jakarta ini tak pernah puas dalam menimba ilmu. 

Menulis, adalah salah satunya. Guru jenjang sekolah dasar di Jakarta ini mengakui telah mengikuti berbagai kelas kepenulisan agar kemampuannya semakin terasah. Bukan tanpa sebab beliau mengikuti berbagai kelas kepenulisan ini. Guru mandiri yang dipilihnya sebagai branding diri berkeinginan dapat menuangkan ide-idenya sehingga dapat lebih menebar kemanfaatan untuk sekitar terutama dalam bidang pendidikan dan parenting. Beliau sadar, sebagai seorang pendidik waktu yang dimiliki untuk berbagi tidaklah begitu banyak, karenanya salah satu jalan yang dipilih adalah menulis. Baik melalui laman website, facebook, maupun media bergambar seperti instagram. 

Salah satu media sosial yang beliau manfaatkan adalah blog, melaluial laman www.gurumandiri.blogspot.com kita bisa temukan goresan penanya. Salah satu yang menjadikan saya tertarik pada sosok Ibu Rusmi ini adalah tulisan berjudul Teladan Dulu Baru Hukuman.

Sentilan halus yang menggugah dari kealpaan selama ini. Wawasan yang dijabarkan cukup realistis dan benar-benar mengena, kemudian menuntun diri ini untuk berkaca. Memperbaiki diri. 

Luar biasa. Mungkin saya, Anda, atau mungkin wali murid di sekolah beliau tak dapat bertatap langsung untuk sekedar sharing setiap hari, setiap waktu namun berkat kegigihan Sang Guru Mandiri menuliskan berbagai hal tentang pendidikan dan parenting, kita seakan berhadapan langsung menyerap ilmu yang beliau bagikan.

Hormatku untukmu guru,
Guru Rusmi Sang Guru Mandiri