Kakiku berhenti melangkah. Gaun resmi Temperley warna putih dan emas, di toko ternama Fifty Percent Frocks. Ada bordiran cantik di seputar garis leher, panjangnya mencapai lantai, dan mirip gaun yang pantas dikenakan di atas karpet merah. Dan di sebelahnya ada tulisan "Extra 20% off today" -  Mini Shopaholic halaman 369.

Apa yang akan terjadi setelah itu?

Mungkin jika kamu yang  mengalami posisi seperti gambaran cuplikan novel karya Shopie Kinsella yang berjudul Mini Shopaholic ini maka akan fine-fine saja melenggang tanpa peduli apapun informasi yang tertera pada papan diskon. Akan tetapi berbeda dengan seorang Rebecca Brandon (dahulu Bloomwood), hanya karena melihat tulisan "extra off" atau "diskon 10 %" sudah membuatnya kalap. Segala upaya akan ia lakukan demi mendapatkan barang-barang yang diinginkan.

Jangankan dengan diskon, tanpa ada potongan harga pun Becky (begitu Rebecca dipanggil) jika sudah melihat barang branded keluaran terbaru akan mati-matian mendapatkannya.

Becky tak pernah peduli jika pun lemari pakaiannya telah penuh bahkan harus meminjam loker yang ada di dapur untuk menyimpan semua baju-bajunya. Dia tak akan pernah menyangka ternyata sudah ada sepuluh kemeja dengan warna abu-abu sebagai koleksinya. Atau dia juga tak ingat jika ternyata ada bolero yang dibelinya masih berlabel harga karena belum pernah dipakai dan sialnya sudah ketinggalan mode.

Juga jangan tanya berapa jumlah koleksi tasnya. Berapa pasang sepatu yang dipunya? Atau ikat pinggang warna apa yang belum dikoleksinya? Jangan, jangan pernah tanyakan hal semacam ini padanya. Karena percuma, tak akan ada jawaban yang benar. Why? Si empunya pun tak pernah tahu berapa jumlah semuanya juga jenis serta warna persisnya saking banyaknya.

Becky tak akan tahan melihat deretan fashion beserta tetek bengeknya di hadapannya kala pergi ke pusat perbelanjaan. Badannya akan gemetar jika tangannya kosong tanpa menenteng tas belanjaan. Shopaholic. Benar-benar Becky adalah seorang shopaholic. Dia tak butuh alasan untuk berbelanja dan sayangnya itu merupakan sebuah candu. Candu berbelanja lagi, lagi, dan lagi.

Saat negaranya khusunya London mengalami krisis keuangan dan keluarga Becky menerapkan PIP (Pengetatan Ikat Pinggang) yang artinya tidak ada lagi belanja selain kebutuhan pokok, saat itulah Becky mulai kelimpungan. Janji terhadap Luke, suaminya untuk memakai semua koleksi fashionnya minimal tiga kali baru boleh berbelanja lagi membuat Shopie mati kutu. Berbagai godaan di tempat kerja atau saat melintas pertokoan membuatnya kacau. Antara memenuhi candu belanjanya atau setia pada janji terhadap sang suami. Dan memang harus mengacungkan dua jempol untuk kegigihannya bertahan tidak berbelanja.

Oh, iya Becky memang bekerja di fashion store eksklusif yang mengharuskan dirinya mempunyai pengetahuan mumpuni dalam hal fashion mulai dari yang daily hingga kebutuhan gaun untuk makan malam. Dan Becky menguasainya. Pelanggan setia The Look mempercayakan selera fashion mereka ke tangannya. Pun saat krisis melanda dan dia berinisiatif meluncurkan pilihan berbelanja Shop in Privat, menyembunyikan barang belanjaan dengan pengiriman terselubung atau packaging yang menipu. Dalam tumpukan kertas komputer, misalnya. Gila, nekat sekali bukan? Hanya demi memenuhi candu belanja tanpa terlihat mencolok di tengah krisis keuangan rela membohongi publik. 

Di akhir cerita, perjuangan seorang Becky saat diskors dari pekerjaan, tanpa uang juga kartu kredit untuk mewujudkan sebuah pesta kejutan bagi Luke yang ternyata tak semudah bayangannya. Dua ratus kolega suami, teman kantor, pejabat terkemuka, serta klien kantor perusahaan, mereka semuanya adalah orang-orang penting yang terbiasa dengan pelayanan ekstra mengharuskan Becky berpikir dan bekerja keras agar bisa menyiapkan segalanya dengan kualitas premium dalam biaya terbatas.

Segala cara telah ditempuh, mulai dari barter barang hingga membuat sendiri pom-pom dari kantong plastik, hingga akhirnya Becky berada pada titik nadir. Becky menyerah dan putus asa.

Namun tak disangka, kegigihan yang selama ini ditunjukan Becky berbuah manis. Sebuah surprise dia dapatkan.

Apakah itu? Penasaran kan? Yuk segera baca novelnya! Enggak punya bukunya? Tenang, bagi kamu yang enggak punya atau enggak nemu bukunya, sini bisa pinjam ke Resti ya! Ada nih di rak buku Rumah Baca Indonesia Kita tapi kalau mau baca puisi semua ikan di langit, pinjamnya ke Mbak Ji saja ya.