Ulasan Cerpen Historial Fiction
(Tugas Kelas Fiksi ODOP batch 7)

Judul : Panembahan Podo
Penulis : Suden Basayev
Nama Pengulas : Meitantie

Tugas kelas Fiksi ODOP batch 7 kali ini adalah membuat ulasan cerita pendek historial fiction, pada kesempatan ini saya, Meitantie akan mengulas karya Suden Basayev yang berjudul Panembahan Podo. Baik, langsung saja kita mulai.

Unsur Intrinsik
Tema
Cerpen berjudul Panembahan Podo karya Suden Basayev ini bertema perjuangan. Sebuah dukungan tidak langsung yang diberikan Sang Panembahan untuk menghentikan ketidakadilan sebuah kepemimpian Raja Kediri yang saat itu berkuasa, Prabu Kertajaya.

Alur
Cerita historial fiction ini menggunakan alur maju yang bergitu lugas pemaparannya sehingga tidak membingungkan pembaca.

Latar
Sang penulis mengambil latar tempat sebuah padepokan yang bernama Padepokan Kentang Sastra, sebuah tempat untuk mengkaji sastra kitab-kitab lama sebagai bekal hidup kemudian hari.
Sementara latar waktu yang diambil adalah siang hari kala matahari tak bersinar, mendung menggelanyut, serta hembusan angin yang menggidikkan.

Tokoh dan penokohan
Tokoh utama cerita ini adalah Panembahan Podo yang sikapnya tenang, dewasa, dan berkarisma. Bisa membaca perwatakan sesorang meski baru pertama bertemu.
Pangeran Jayasabha, tokoh antagonis yang tidak sabaran, mudah tersulut emosi meski masih bisa mengendalikan diri saat berhadpan dengan Panembahan Poso saat menolak ajakan bersatu bersama Prabu Kertajaya.
Prajurit dan cantrik adalah tokoh figuran yang setia dan patuh pada majikan masing-masin. Prajurit yang cenderung bersikap sama dengan sang Pangeran, tidak sabaran dan sok berkuasa. Sementara cantrik juga sebelas duabelas dengan Sang Panembahan. Kalem dan tenang.

Sudut pandang (POV)
Penulis kali ini menggunakan POV tiga, sebagai dalang yang bisa mengetahui apa saja yang dilakukan dan dirasakan para tokoh.

Gaya bahasa
Meski sebuah historial fiction, gaya bahasa yang digunakan lugas. Bahasa sehari-hari saat ini sehingga memudahkan pembaca memahami arah cerita yang dianggkat.

Amanat
Menurut pengulas, cerita Panembahan Podo ini mengangkat sebuah  amanat bahwa tetap berpegang teguhlah pada kebenaran meski mungkin jalannya akan berliku. Terdapat pesan juga bahwa sekuat apa pun sang penguasa jika dalam tampuk kepemimpinannya terdapat penyelewengan, ketidakadilan, dan hal-hal yang menyalahi aturan maka lambat laun rakyat akan memiki sebuah kekuatan untuk memberontak guna menghentikan kesewenangan tersebut.

Unsur Ekstrinsik
Kelebihan
Panembahan Podo sebuah cerita historial fiction yang menggunakan pendekatan lugas dengan gaya bahsa sehari-hari sehingga mudah dicerna pembaca. Pesannya tersampaikan dengan epik tanpa kesan menggurui.
Twist ending yang digunakan akhirnya mengundang penasaran pembaca. Terutama saat disebut sebuah nama, Ken Arok.
“Siapa Ken Arok?”
“Apa hubungannya dengan Prabu Kertajaya?”

Kekurangan
Lepas dari keseluruhan cerita yang luar biasa, cerita historial fiction ini merupakan cerita sejarah yang justru sangat kurang mengangkat tentang history-nya. Pembaca yang terpancing harus mencari info lebih banyak tentang Kerajaan Kediri. Bagi yang tidak tertarik, maka tidak mendapat cukup info dari ceirta ini.

Saran
Akhirnya di akhir ulasan ini, pengulas hanya mampu memberikan sedikit masukan agar ke depan penulis cukup proporsional dalam memberikan info sejarah dan ‘sisipan’ fiksi dalam karya. Sehingga pembaca selain terhibur juga mendapat pengetahuan dari cerita yang dibaca.

Demikian sedikit yang bisa disampaikan pengulas. Semoga yang sedikit ini memberi warna tersendiri pada cerita-cerita historial fiction yang ada. Terima kasih.