Sekilas Guru Ratna


“Tugas Anda di sini hanya sebagai guru yang punya kewajiban membuat anak-anak pintar bukan mengurusi apa-apa yang kami berikan pada mereka. Mau kami beri apa itu urusan kami, Anda tak perlu ikut campur!”
--00 Guru Ratna 00--

Guru Ratna

Pernahkah mendengar kalimat seperti ini? Atau mungkin bukan lagi pernah tarafnya tetapi sudah menjadi kelumrahan di dunia pendidikan?
Ataukah justru diri ini yang mengeluarkan kata-kata sakti ini?
"Urusan kami, Anda tak perlu ikut campur."

Demikianlah yang dialami perempuan usia 22 tahun wisudawati terbaik sebuah institut keguruan ketika niat baiknya ternyata dianggap sebuah keikutcampuran dalam rumah tangga orangtua murid didiknya. Usaha Guru Ratna mengurai simpul permasalahan tak sejalan dengan kenyataan. Berbagai pil pahit harus ditelannya demi masa depan generasi penerus bangsa di bawah asuhannya.

Guru Ratna sebuah judul yang sengaja diambil penulis untuk menyasar dunia pendidikan saat ini yang penuh problematika. Salah satu topik yang menjadi pusat perhatian adalah degradasi moral peserta didik seiring pesatnya perkembangan teknologi. Penyalahgunaan kemajuan pengetahuan. Generasi yang dengan mudahnya mengelabuhi orang tua serta orang-orang di sekitarnya dengan berkedok “zaman sekarang atau era modern” untuk menabrak norma-norma yang ada.

Kesalahkaprahan yang kini dilazimkan dan menjadi hal biasa saja. Sayangnya orangtua pun ikut andil didalamnya. Pembelaan secara membabi buta menjadi sebuah tameng baja untuk menutupi kebobrokan yang kian merajarela. Alih-alih wujud kasih sayang justru menjerumuskan ke lubang berlumpur nanah. Parah dan berujung fatal.

Di sinilah, di buku Guru Ratna akan diambil banyak kisah yang mampu membuka mata para orang tua, guru, dan masyarakat sehingga degradasi moral ini bisa berkurang dan semoga bisa terselesaikan. Akan muncul semangat Guru Ratna-Guru Ratna yang lain sehingga mampu mengawal arus perkembangan zaman tanpa meninggalkan moral dan etika berperikemanusiaan.

"Bukan nilai semata tujuan akhir sebuah pendidikan
namun kematangan berpikir menghadapi perkembangan zaman itulah yang terpenting"
--00 Guru Ratna 00--

Posting Komentar

2 Komentar

Terima kasih telah bersantai di dwiresti.com. Mohon tinggalkan komentar yang membangun dan tidak berbau SARA.