Anak Punya HP Sendiri, Perlu Tidak Sih?

 "Bu, aku mau nabung. Nanti kalau sudah cukup, buat beli HP ya?"

Begitu lebih kurang tutur anak gadis ibu setahun lalu. Ibu? Jelas hanya diam, tak bisa menjawab meski hanya sepatah kata, "iya" misalnya.  Apa sebabnya? Ibu yakin, Mam sudah tahu alasan mengapa ibu tidak bisa mengatakan "iya" atau "tidak" pada anak gadis ibu.

anak-punya-HP


Benar. Ibu masih merasa ragu. Mengapa? Berikut Mam, beberapa penyebab keraguan ibu untuk memberikan HP ke anak gadis.

Pertama, Haruskah Punya Sendiri?

Jika dilihat masa sekarang, anak memang tidak terlepas dari gadget pintar ini. Apalagi jika masih usia sekolah, moda daring (dalam jaringan) menjadi alasan utama anak mau tidak mau harus terhubung dengan HP. Tentu hal ini menyebabkan sebagian ibu berpendapat bahwa HP sudah menjadi sebuah kebutuhan bagi anak. Maka anak mempunyai HP sendiri adalah sebuah kewajaran.

Namun ternyata hal ini tidak berlaku bagi ibu. Dalam benak, bukankah bisa saja anak menjalani aktivitas daringnya dengan menggunakan HP milik orang tua? Ehm, jawabnya Mam pasti "Iya, bisa sih tapi.... " Mam pasti bisa melanjutkan kalimat ini, tapi yang jelas bagi ibu "Ya, anak bisa menjalani daring menggunakan HP orang tuanya." So, keraguan pertama masih bisa dipegang.

Kedua, Yakin HP akan Membawa Manfaat?

Pesimis. Mungkin demikian yang akan terlintas di pikiran Mam. Ya, ibu memang terlalu berprasangka buruk pada benda yang menghubungkan seluruh dunia hanya dalam sekejap ini. Hal ini bukan karena tanpa sebab, Ibu seringkali mendengar keluhan Mam yang anaknya sulit dipisahkan dari HP. Mulai dari anak yang sedikit-sedikit lihat HP. Anak kebingungan jika HP tertinggal di rumah, atau nongkrong gak kenal waktu untuk sebuah game online. Fix, bagi ibu belum menemukan sisi positif seorang anak yang pegang HP sendiri. 

Ketiga, 

Posting Komentar

0 Komentar