Halo Bapak-Ibu. Apa kabar semua? Semoga selalu bahagia ya, Babuk. Pertama, Resti ucapkan terima kasih karena sudah berkunjung ke area dwiresti.com karya Resti ini. Area santai dimana Resti bisa berbagi segala hal. Namun, sebelumnya izinkan Resti berbagi cerita awal mula bagaimana area ini bisa terbit dalam 5 alasan kenapa ngeblog bagi seorang Dwiresti.

5-alasan-kenapa-ngeblog-dwiresti


Siapa Sih Dwiresti?

Tak kenal maka tak sayang, begitu pepatah yang sering kita dengar. Demikian juga dengan penulis laman ini, tentunya Resti ingin disayang Babuk semua dong. Nah, salah satu caranya ya dengan memperkenalkan diri ini.
Resti bernama asli Dwi Restanti, anak kedua dari tiga bersaudara. Lahir dan tumbuh besar di kota kecil yang berjuluk Kota Angin, Nganjuk Jawa Timur. Kini, Resti adalah seorang ibu dari dua anak lahir hidup. Orang tua Resti pernah bercerita bahwa sedari kecil Resti sudah berbeda dengan dua saudara yang lain. Apa bedanya?

  • Pendiam

Tergolong anak yang pendiam. Ya, menurut cerita orang tua, Resti kecil tipe anak yang pendiam.  Berbeda dengan kakak perempuan dan adik lelaki Resti yang cenderung cuek dengan lingkungan, Resti lebih suka mengamati terlebih dahulu baru kemudian beradaptasi. Mungkin berawal dari sinilah, Resti hingga saat ini tumbuh menjadi seorang tipe pengamat, memperhitungkan setiap langkah yang hendak diambil, dan terkesan sangat hati-hati. Jadi kalau Babuk dan Resti suatu saat nanti diberi kesempatan bertemu darat, jangan kaget ya seandainya Resti hanya akan tersenyum di awal-awal pertemuan.

  • Suka Baca

Sebagai seorang anak, Resti kecil juga berkewajiban membantu orang tua. Salah satu yang paling Resti sukai adalah bebersih rumah dan belanja. Bebersihnya dengan menyapu, baik menyapu lantai dalam rumah maupun halaman. Ada keasyikan tersendiri yang Resti temukan ketika menyapu. Apa itu? Tumpukan kertas yang banyak terdapat di rumah. Ya, tumpukan kertas yang digunakan ibu untuk membungkus makanan. Bapak-ibu Resti adalah seorang petani. Ketika musim mengerjakan sawah maka bapak-ibu akan memperkerjakan orang dan tentunya harus mengirim makanan. Nah, kertas-kertas inilah yang digunakan untuk membungkus makanan yang akan dikirimkan ke sawah. Resti kecil akan berlama-lama membolak-balik tumpukan kertas yang kebanyakan koran bekas ini. Entah hanya sekedar melihat gambar atau mengeja baris demi baris tulisan yang ada. Sampai-sampai sering berakhir dengan teriakan dari ibu karena bebersihnya tidak kunjung selesai.

  • Keras Kepala

Kalau yang ini, entah disebut keras kepala atau ngotot ya? Katanya, Resti tidak akan berhenti melakukan sesuatu sebelum berhasil seperti yang Resti inginkan. Istilahnya, sekali memulai sesuatu harus sampai selesai. Entah sesulit apapun hal yang dilalui harus sampai tuntas. Nah, apa namanya hayo?


Nah, tiga hal ini sekilas kepribadian Resti kecil yang terbawa hingga tulisan ini terbit. Wah, Resti termasuk sosok yang 'asyik' ya? Jangan kapok ya, Babuk? Tenang, kalau dalam area dwiresti.com ini, Resti hanya akan menyapa dan berbagi lewat tulisan kok. Enggak akan sering ngotot seperti di dunia nyata. Jadi terus stay tune ya, Babuk.

Alasan Kenapa Ngeblog

Setelah sekilas berkenalan dengan sosok Resti, selanjutnya adalah mengulik alasan Resti ngotot meluncurkan laman dwiresti.com ini ke Babuk semua. Oh ya sebelum lanjut, Resti meminta izin ke pembaca laman ini untuk memanggil dengan sebutan 'Babuk' ya? Bukan bermaksud apa-apa kok, 'Babuk' itu panggilan hormat dan manja Resti ke pembaca semua dan merupakan singkatan dari 'Bapak-Ibuk'. Boleh ya? Sip, deal!

  • Menulis adalah Cara Lain Berkomunikasi

Meski tergolong sosok yang pendiam, Resti tentu tetap ingin bersilaturahmi dengan Babuk semua, memperluas persaudaraan dan jaringan. Maka muncullah ide untuk ngeblog. Menulis adalah cara lain berkomunikasi yang dapat Resti pilih selain berbicara secara langsung.

  • Menyalurkan Hobi

Menyalurkan hobi menulis. Pada dasarnya, Resti suka membaca sekaligus menulis. Dua hobi yang lazim berpasangan. Membaca kemudian menulis atau menulis kemudian membaca. Pun dengan Resti, membaca kemudian menuliskannya. Entah hanya sebatas coretan iseng di kertas usang, poin-poin yang dibaca, atau tulisan detail tentang apa yang dibaca. Melalui blog, Resti ingin menyalurkan hobi menulis ini agar terus berkembang mengikuti perkembangan zaman.

  • Wadah Mencurahkan Isi Hati

Babuk jangan kaget ya jika di laman dwiresti.com ini nantinya akan banyak menemukan tulisan yang bertema curahan hati. Sebagai seorang ibu dari dua anak, istri, dan tentunya tetap menjadi seorang anak, Resti kadang perlu mencurahkan isi hati. Menuliskannya di blog ini adalah salah satu caranya karena Resti kadang sungkan jika harus mencurahkan isi hati pada orang lain secara langsung. Mohon dibaca dan diambil hikmah positifnya saja ya, Babuk.

  • Ingin Berbagi

Resti mungkin tidak bisa berbagi barang kepada Babuk semua tapi bukan berarti tidak berbagi yang lainnya, bukan? Informasi, pengetahuan, review barang atau buku, reportase, atau mungkin Resti hanya bisa berbagi hiburan. Tidak masalah, yang penting lewat ngeblog ini Resti ingin berbagi hal yang bisa bermanfaat bagi Babuk semua, apapun bentuknya. Syukur-syukur melalui dwiresti.com ini, baik Resti maupun Babuk semua bisa saling berbagi untuk sesama. Aamiin. Semoga.

  •  Mencipta Sesuatu untuk Menghadirkan Diri

Tidak selamanya Resti ada di dekat orang-orang tersayang, maka Resti ingin mencipta sesuatu untuk menghadirkan diri. Lewat ngeblog, Resti ingin selalu dekat walau hanya melalui tulisan-tulisan Resti. Suatu saat ketika merindukan kehadiran Resti,  mereka bisa melepaskannya dengan membaca laman ini. Membaca tulisan-tulisan di area ini. Dwiresti.com semoga bisa menjadi wakil kehadiran Resti, menjadi sebuah kenangan indah dan menebar manfaat bagi semuanya. Doakan Resti panjang umur dan bisa terus ngeblog ya, Babuk. Resti doakan pula untuk Babuk semua, panjang umur dan penuh keberkahan usianya. Aamiin. 

Nah, demikian perkenalan dan 5 alasan kenapa ngeblog bagi seorang Dwiresti. Semoga bisa membuat Babuk semua semakin kenal dan sayang pada Resti, ada manfaat pula yang bisa diambil. Salam babook!