kontrol smartphone pada anak

Dwiresti.com - Anak zaman now tak lepas dari penggunaan smartphone. Sebuah alat komunikasi berbasis jaringan. Apalagi sejak diberlakukan sekolah daring (dalam jaringan) akibat wabah Covid-19 yang mulai melanda sejak dua tahun lalu. Smartphone seakan menjadi sebuah kebutuhan pokok yang tak bisa dihindarkan. Hampir semua anak sudah bisa mengoperasikan alat canggih ini, baik anak usia sekolah maupun balita sekalipun.

Namun, meski terbilang benda yang umum dipakai ternyata penggunaan smartphone ini tetap mempunyai dampak kurang baik bagi anak-anak. Terutama jika penggunaannya tanpa pengawasan dan kontrol dari orang tua. Apa saja dampak negatif penggunaan smartphone ini? Bagaimana solusi yang dapat diambil orang tua untuk mengatasinya? Nah Bapak-Ibu, berikut ini cara kami kontrol penggunaan smartphone pada anak yang terbukti dapat mengurangi dampak negatifnya.

Apa Itu Smartphone?

smartphone

Pengertian

Smartphone adalah telepon dalam genggaman yang fungsi komputasinya lebih dari fungsi utamanya sebagai telepon genggam. Smartphone sendiri berasal dari kata smart dan phone. Smart berarti pintar atau cerdas, phone adalah telepon sehingga dapat diartikan bahwa smartphone adalah telepon pintar atau telepon cerdas.

Sesuai dengan istilahnya, smartphone saat ini tak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi. Selain dapat digunakan untuk telepon dan berkirim pesan, benda ini telah dilengkapi berbagai fitur canggih yang mudah diakses penggunanya.

Fasilitas Smartphone

Seiring berkembangnya teknologi serta untuk memenuhi kebutuhan manusia, telepon pintar telah dilengkapi berbagai fasilitas tambahan. Fitur-fitur ini ditawarkan oleh produsen sebagai daya tarik tersendiri pada produk yang dikeluarkan. Fasilitas yang umum ditemui dalam sebuah telepon pintar ini antara lain adalah :
  • Fasilitas telepon suara
  • Kirim pesan tertulis
  • Fasilitas surel (surat elektronik) dengan pengatur personal yang lengkap
  • Papan ketik QWERTY
  • Layar sentuh
  • Kamera
  • Pengaturan daftar nama
  • Alat hitung
  • Navigasi
  • Kemampuan membaca dokumen
  • Mesin penjelajah
  • Penyimpanan foto
  • Pemutar suara dan video

Ragam Aplikasi

Selain fasilitas utama yang disediakan, ada pula berbagai aplikasi yang dapat dengan mudah ditambahkan. Aplikasi dengan berbagai fungsi seperti game, edukasi, buku, film, hingga tool yang diperlukan sesuai kebutuhan masing-masing.

Aplikasi ini sangat mudah diakses dan diunduh dari store penyedia layanan. Mulai dari yang gratisan hingga berbayar. Mulai dari yang simple hingga yang rumit. Mulai dari pengetahuan hingga kebutuhan refresing belaka. Semua ada dan disediakan di store dalam smartphone.

Efek Penggunaan Smartphone

Sesuai dengan kodrat, suatu sebab selalu disertai dengan akibat. Penggunaan smartphone pun tentu mempunyai akibat bagi penggunanya.

Efek Positif

Penggunaan telepon pintar ini tentu mempunyai manfaat. Demikian pula bagi anak-anak yang memakainya. Beberapa efek positif dalam penggunaan smartphone yang kami rasakan pada anak antara lain :
  • Memudahkan komunikasi
Fasilitas telepon suara dan pesan tulis sangat membantu dan memudahkan komunikasi antara kami sebagai orang tua dengan anak. Terutama ketika kami berjauhan dengan anak. Misalnya saat anak sedang ada kegiatan di luar rumah maka kami dapat menghubunginya. Anak pun dapat mengirimkan pesan ketika sudah selesai kegiatan dan minta untuk segera dijemput, misalnya. Atau ketika anak harus bepergian dalam kegiatan sekolah, kabar dengan mudah kami terima melalui pesan yang dikirimkan.
  • Meningkatkan efektivitas menyelesaikan tugas
  • Mempermudah mendapatkan pengetahuan, informasi, dan hiburan
Kemudahan menjelajah dunia luar melalui mesin penelusur sangat membantu dalam memperoleh dan meningkatkan berbagai pengetahuan, informasi, juga hiburan. Dengan smartphone semua akses pengetahuan, informasi, bahkan hiburan tidak lagi hal yang sulit. Hemat waktu, biaya, juga tenaga. Cukup sekali klik maka dunia sudah dalam genggaman.
  • Fungsinya menyerupai laptop dalam versi mini
Fungsi ini sangat membantu terutama ketika anak harus menyelesaikan tugas sekolah yang membutuhkan laptop sementara laptop sedang kami pakai. Maka salah satu diantara kami akan memanfaatkan perangkat ini sebagai pengganti laptop sehingga tugas kami maupun anak dapat sama-sama diselesaikan tepat waktu.

Efek Negatif


Ada efek positif, ada pula efek negatif. Sebenarnya efek negatif ini bisa diminimalisir jika ada pengawasan dan kontrol dari orang tua. Hanya saja, sesuai pengalaman pribadi bahwa kadang kemampuan orang tua dalam penguasaan teknologi masih sangat kurang. Tak bisa dipungkiri, butuh kerja keras untuk mengimbangi kemajuan teknologi di era 4.0 ini.

Beberapa efek negatif yang kami rasakan akibat penggunaan smartphone pada anak adalah :
  • Sering lupa waktu
Keasyikan berselancar menjelajah dunia seringkali membuat anak lupa waktu. Bahkan pernah suatu kali tidak beranjak dari tempat duduknya mulai pagi hingga sore hari. Lupa melakukan aktivitas lain bahkan abai makan dan minum.
  • Tugas utama yang terbengkalai
Kadang, diniatkan membuka smartphone untuk menyelesiakan tugas yang diberikan sekolah tapi kenyataannya melenceng. Tergoda untuk bermain game, ngobrol dengan teman lewat pesan tertulis hingga akhirnya tugas utama terbengkalai, tidak selesai.
  • Paparan informasi yang tidak sesuai
Dampak negatif lainnya adalah paparan informasi yang tidak sesuai dengan usia anak. Berita kriminal, kekerasan, hingga pornografi kerap kali muncul ketika sedang berselancar mencari pengetahuan atau informasi.
  • Berkurangnya interaksi sosial
Pepatah yang mengatakan "Smartphone mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat" benar adanya. Saking asyiknya berkomunikasi dengan seseorang yang jauh jaraknya justru menjauhkan orang-orang di sekitarnya. Seringkali saat berkumpul keluarga, anak tak lepas dari layar telepon pintarnya, sementara kami yang berada di dekatnya justru diabaikan. Ini ternyata tidak hanya terjadi pada anak kami, teman-temannya pun demikian.

Cara Kontrol Penggunaan Smartphone pada Anak

Melihat beberapa dampak negatif penggunaan telepon pintar pada anak, maka setelah beberapa kali trial and error berikut ini cara kontrol penggunaan smartphone pada anak kami.

buat kesepakatan dengan anak

Buat Kesepakatan

Belajar dari pengalaman yang telah lalu, untuk mengatasi efek lupa waktu saat menggunakan perangkat maka kami mengambil langkah ini. Buat kesepakatan dengan anak. Kesepakatan ini meliputi :

  • Kesepakatan Durasi Penggunaan

Efek lupa waktu akhirnya dapat kami temukan solusinya, yaitu dengan membuat kesepakatan durasi penggunaan telepon pintar. Untuk saat ini, kami sepakat durasinya hanya satu jam per harinya. Pengecualian jika tugas sekolah memerlukan waktu lebih banyak dari ini maka akan diberikan durasi tambahan. Terbukti dengan adanya kesepakatan ini maka anak akan benar-benar selektif dalam menggunakan smartphone. Kami bantu pula dengan mengarahkan skala prioritas yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Sehingga waktu satu jam benar-benar dimanfaatkan untuk menyelesaikan tugas-tugas utama.

  • Kesepakatan Waktu Penggunaan

Kesepakatan berikutnya adalah kapan waktu diperbolehkan memegang telepon. Anak kami sepakat jika waktu yang diperbolehkan membuka perangkat ini adalah mulai pukul 0.00 hingga pukul 20.00 WIB. Selain di waktu ini maka telepon akan otomatis terkunci.

Ajak Memilih Aplikasi

Tidak semua aplikasi yang tersedia di layanan bermanfaat dan dibutuhkan oleh anak. Ajak anak memilih aplikasi mana saja yang dibutuhkan dan bermanfaat untuk keperluannya. Perlu juga membatasi jumlah aplikasi yang boleh diunduh. Dengan pembatasan jumlah ini, anak akan belajar pula menentukan mana aplikasi yang benar-benar dibutuhkan. Tentu kami tetap mengarahkan agar aplikasi penunjang sekolah yang diutamakan tanpa melupakan satu-dua aplikasi hiburan untuk refreshing.

Setelah anak memilih aplikasi yang diunduh, maka perlu untuk mengunci atau memblokir aplikasi store penyedia layanan. Dengan terkuncinya store penyedia layanan unduh aplikasi maka anak akan meminta izin terlebih dahulu ketika akan mengganti aplikasi yang sudah ada. Ini dimaksudkan agar kami bisa memantau terlebih dahulu jenis aplikasi yang akan dimanfaatkan oleh anak.

Pantau Penggunaan

Setelah membuat kesepakatan dan mengajak anak memilih aplikasi yang diunduh, tidak lupa kami memantau penggunaannya. Di sinilah kunci utama kontrol penggunaan smartphone pada anak. Dua langkah sebelumnya tidak akan maksimal jika langkah ini terabaikan.

Memantau penggunaan di sini kami lakukan dengan dua cara. Pertama secara offline dan kedua dengan cara online.

  • Offline

Cara memantau yang pertama adalah secara offline. Cara ini dilakukan dengan melihat secara langsung perangkat anak. Cek dan ricek apa saja yang dilihat anak. Kami biasanya mengecek secara acak per pekan. Kapan saja waktunya, bebas. Kadang sepengetahuan anak tapi lain waktu tanpa diketahuinya.

Cek di sini bisa melalui histori penelusuran laman penjelajahannya, perpesanan, memori penyimpanan, foto-foto dan video yang tersimpan, atau bisa pula melalui aktivitasnya di aplikasi yang telah terpasang.

Dari hasil pantauan offline ini kami akan tahu sejauh mana anak dalam menggunakan smartphone-nya. Lebih ke arah positif atau ke arah negatif.

  • Online

Selain memantau secara offline, kami juga memantau penggunaan smartphone pada anak dengan cara online. Untuk cara yang kedua ini dengan memanfaatkan aplikasi Family Link. Sebuah aplikasi oleh Google yang memberikan fitur kontrol penggunaan telepon yang saling terhubung.
Banyak fitur yang tersedia dalam aplikasi ini, beberapa diantaranya adalah :
  • Menyetel batas waktu pemakaian
  • Melihat lokasi perangkat telepon anak
  • Menyetujui unduh aplikasi
  • Mengelola setelan SafeSearch
Kontrol secara online ini melengkapi informasi penggunaan perangkat anak. Sehingga memberikan kemudahan kepada kami dalam mengontrol penggunaan smartphone pada anak.

Demikian berbagi pengalaman kami dalam cara kontrol penggunaan smartphone pada anak. Semoga dapat diambil manfaatnya oleh Bapak-Ibu sekalian dan menjadikan keluarga smart dalam memanfaatkan teknologi.