Menampilkan postingan dengan label fiksiTunjukkan semua

Genduk Tole

Gerah lelah tiada kau rasa Energi seakan tak 'kan tandas Naik sini turun sana Dari remang hingga petang Umpama kijang tanduk cabang Kau berlari g…

Read more »

Ibuku Sayang

Ibu, Hadirku membuatmu payah Mulai mual sampai tak berdaya Hingga kubesar menggelayut manja Mendekam nyaman dalam hangat Ibu, Senyummu tak hilang k…

Read more »

Nakku Sayang

Nak, Lama kau kunanti Sembilan bulan sepuluh hari Nak, Kini sudah waktunya Kamu sapa dunia penuh foya Nak, Tenang perlahan saja Tak usah kau ter…

Read more »

Bah Enam Purnama

Aku harus bagaimana lagi Baginda? Segala upaya dan rasa t'lah kucoba Pagi siang hingga malam menjelang Walau badai kian menerjang Aku harus bagai…

Read more »

Karam Binasa

Berbondong menggulung Berarak menelungkup Deru mendengung Kian mengelabu Jedar menggelegar Kilap merelap Tumpah meruah Keruntangpukang Berhambur…

Read more »

Aku Benci Mamaku #3

Setengah berlari, S imbok menuruni deretan anak tangga masjid menuju lantai satu. Tak jua menemukan gadis itu. Pun juga di toilet masjid. Simbok melon…

Read more »

Aku Benci Mamaku #2

Simbok tak tahu lagi harus bagaimana terhadap gadis di depannya kini. Murid yang berotak cerdas, percaya diri, dan cantik. Hanya saja dia tomboi dan san…

Read more »

Aku Benci Mamaku #1

Simbok dulunya adalah seorang pendidik di sebuah elementary fullday school, jadi sedikit banyak ada pengalaman mengenai anak-anak ketika di sekolah. Mula…

Read more »

Flatulensi

"Haha, ada-ada saja si mbak cantik satu ini. Flatulensi , hem ...," simbok cengingisan sendiri saat membaca grup whatsapp tentang kepenulisan.…

Read more »

Gendhuk Mencuri

Siang itu, sudah lima belas menit simbok menunggu. Duduk menyelonjorkan kaki di tangga teras masjid sekolah. Sesekali pinggang diluruskan guna menghilan…

Read more »